Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Kemenhub, memang berencana mengaktifkan kembali (reaktivasi) sejumlah infrastruktur rel kereta api peninggalan Belanda di Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura. Selama ini infrastruktur rel kereta peninggalan Belanda tak lagi berfungsi alias mati salah satunya adalah reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung-Labuan.

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk melakukan proses reaktivasi infrastruktur jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan di Pandeglang yang akan dilakukan tahun ini.

Selain itu Kementerian Perhubungan juga meminta Pemprov Banten, Pemkab Lebak dan Pandeglang untuk mengawal sosialisasi dan rencana pembangunan. Pihak pemda diminta memfasilitasi pemindahan atas adanya perubahan fungsi rel yang selama ini sudah ada

Pemda Pandeglang memberikan laporan bahwa mayoritas warga memang mengetahui bahwa akan ada rencana reaktivasi di jalur Rangkasbitung-Labuan.

Rencana reaktivasi ini akan meliputi perbaikan di kurang lebih infrastruktur di 6 stasiun. Kondisi eksisting sekarang, stasiun tersebut ada yang hanya tinggal fondasi atau tanpa atap. Selain itu, ada penataan khususnya yang dilakukan di stasiun Rangkasbitung.

Reaktivasi infrastruktur jalur rel Rangkasbitung-Labuan adalah tahapan pertama. Karena ada beberapa jalur rel di Banten yang akan difungsikan kembali seperti dari Saketi-Bayah. Rencana reaktivasi tahap pertama ini direncanakan akan selesai tahun ini atau selambat-lambatnya 2019.

Dengan adanya rencana ini pihak pemda baik di Banten, Lebak dan Pandeglang memberikan respon yang sangat baik. Selain jalur ini nantinya digunakan untuk transportasi, juga dapat membuka jalur pada pengembangan wisata.

Like, Follow & Share Sosial Media Kami

Facebook: Indonesia Infrastruktur
Twitter: IndonesiaInfra
Instagram: IndonesiaInfrastruktur